Kegiatan Pelatihan Purnabakti karyawan PT. Vale Indonesia diselenggarakan untuk mempersiapkan masa purnabakti (pensiun) agar memiliki persiapan atau mengetahui apa rencana berikutnya setelah purnabakti (pensiun). karena kemungkinan apabila karyawan tidak mempersiapkan perencanaan di masa purnabakti (pensiun) nanti justru akan mengalami stres, jenuh, susah, dan cenderung marah-marah Yang Membuat Hidup terasa tidak lagi bermakna dikarnakan tidak adanya aktifitas Seperti saat bekerja dahulu. Maka dibutuhkan sebuah pemahaman baru yang diberikan dalam sebuah pelatihan purnabakti (pensiun) sebagai bekal bagi karyawan yang akan pensiun.
Dengan mengikuti pelatihan purnabakti (pensiun) ini, setiap karyawan mendapat gambaran dan rencana yang akan dijadikan sebuah tujuannya setelah purnabakti (pensiun), selain itu, pelatihan purnabakti (pensiun) atau yang sering juga disebut sebagai pelatihan masa persiapan pensiun ini juga akan memberikan kesadaran untuk dapat bertindak secara sistematis dalam mempersiapkan pensiun.
Fokus pelatihan ini diarahkan ke dalam dua topik penting yaitu pertama, memberikan pembekalan secara makro dan mikro tentang pengelolaan keuangan yang efektif di masa pensiun sehingga tetap mampu menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga. Untuk itu, materi yang berkenan dengan pengelolaan bisnis yang relevan untuk menjamin ketahanan finansial menjadi topik bahasan yang akan diberikan secara komprehensif. Termasuk menghadirkan berbagai nara sumber dari praktisi dan suskses mengelola bisnis setelah memasuki purna bakti. Pengalaman empirik mereka akan sangat menginspirasi peserta pelatihan.
MAKSUD DAN TUJUAN
- Meningkatkan pengetahuan dan pemikiran peserta dalam proses pengelolaan finansial agar tetap mampu menopang ekonomi keluarga sehari-hari, setelah purna bakti.
- Meningkatkan pemahaman peserta dalam mengelola mental secara cerdas, sehingga mampu mengisi masa purna karya dengan kegiatan positif yang berhubungan dengan berbagai aktifitas yang produktif maupun bidang keagamaan dan sosial lainnya.
- Meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan perencanaan dan pengelolaan bisnis, sehingga mampu mengelola bisnis dengan baik dan menghasilkan keuntungan.
METODE PELATIHAN
1. Studi kasus
Melihat dan mempelajari beberapa kasus para pensiunan BUMN/BUMD yang berhasil atau gagal dan factor-faktor penyebabnya.
2. Demonstrasi/kunjungan lapangan
Berkunjung ke beberapa sentra Industri yang berhasil mengembangkan usahanya dan atau juga ikut mendemonstrasikan pembuatan produknya.
3. Konsultasi bisnis
Berdiskusi atau berkonsultasi atau coaching consoling tentang cara-cara membangun bisnis dari awal, segala resiko yang timbul olehnya, melihat peluang dan pangsa pasar yang cocok sesuai passion peserta.
4. Diskusi
Berdiskusi dua arah tentang bagaimana menghadapi masa pensiun baik secara psikologis, keagamaan maupun pengaturan keuangan.
5. Success story
Menghadirkan beberapa wirausahawan terutama eks pensiunan BUMN yang telah berhasil menjadi usahawan yang berhasil dan mendengarkan bagaimana sebuah usaha dibangun berdasarkan usaha keras jatuh bangun merintisnya. Ataupun bagaimana menikmati uang pensiun dengan mengisinya dengan ibadah dan hobi yang baik.




0 Komentar